Tradisi Larung Sesaji Sarangan Berlangsung Sederhana

Tak seperti tahun sebelumnya, tradisi larung sesaji Sarangan berlangsung sederhana karena pandemi (Foto / Metro TV) Tak seperti tahun sebelumnya, tradisi larung sesaji Sarangan berlangsung sederhana karena pandemi (Foto / Metro TV)

MAGETAN : Tradisi Larung Sesaji kembali diselenggarakan masyarakat Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Tradisi ini dilaksanakan setahun sekali setiap menjelang datangnya blan suci Ramadan. Namun karena kondisi pandemi, warga merayakannya dengan cara sederhana.

Tradisi Larung Sesajimerupakan tradisi turun-temurun yang diwariskan dari nenek moyang yang harus dilestarikan. Hingga saat ini tradisi tersebut masih tetap dilaksanakan bahkan sudah menjadi agenda rutin tahunan wisata Kabupaten Magetan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang nampak begitu ramai, di masa pandemi covid-19 yang melanda tradisi Larung Tumpeng Sesaji tahun ini diselenggarakan secara sederhana.

“Meskipun tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya, namun tidak mengurangi kesakralan prosesi Larung Tumpeng Sesaji kali ini,” kata Bupati Magetan Suprawoto.

Suprawoto berpesan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan selalu mengingatkan kepada pengunjung semua jangan lengah karena covid-19 belum berakhir.

“Sehingga di era pandemi ini tetap produktif, dunia pariwisata tetap jalan yang nanti harapannya tetap hidup normal dengan tatanan hidup baru,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan Joko Trihono mengatakan, Larung Sesaji ini adalah sebuah tradisi yang telah disiapkan oleh warga Sarangan.

“Kita juga memberikan apresiasi kepada warga masyarakat tatkala dalam masa pandemi ini masih melaksanakan kegiatan dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tandasnya.


(ADI)

Berita Terkait