PASURUAN : Tradisi mbesik atau bersih-bersih makan menyambut datangnya bulan Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi anak-anak di Kota Pasuruan. Puluhan anak yang rumahnya berdekatan dengan tempat pemakaman umum memberikan jasa bersih-bersih makam milik orang lain.
Pemandangan itu nampak di TPU Kelurahan Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan. Dengan membawa alat untuk membersihkan makam, mulai dari sabit kecil, cangkul, hingga sapu lidi, anak-anak ini mendatangi setiap orang yang akan berziarah ke makam saudaranya untuk menawarkan jasa untuk membersihkan makam.
Jika orang yang ditawari jasa bersih-bersih makam bersedia, maka anak-anak ini pun tanpa canggung langsung membersihkan makam.
Salah satu anak yang memberikan jasa bersih-bersih makam, Noval mengatakan dirinya sengaja memberikan jasa bersih-bersih makam orang lain kepada para peziarah dengan tujuan untuk ditabung dan akan digunakan untuk hari lebaran yang akan datang.
"Sehari bisa dapat uang Rp30 ribu," katanya.
Sementara itu, salah satu peziarah, Lilik Sundari mengaku sangat terbantu dengan keberadaan anak-anak yang memberikan jasa bersih-bersih makam itu. Sebab, keluarganya tidak ada yang memiliki waktu dan kesempatan untuk membersihkan makam.
"Dan memberikan uang jasa kepada anak-anak tersebut kami anggap salah satu sodaqoh," katanya.
(ADI)